Sabtu, 30 Januari 2021

 

KARYA ILMIAH

PENGARUH POLA KEBUGARAN TUBUH TERHADAP SISTEM KOORDINASI


Ditulis untuk memenuhi tugas penilaian akhir pelajaran Bahasa Indonesia, Biologi, TIK dan PJOK.

 

Guru Pembimbing :

Ibu Delvi Pasaribu S.Pd

Ibu Gabriel Sabatini S.Pd

Ibu Bertha Talambauna S.Pd

Bapak Willy Fallo S.Pd

 

Disusun Oleh :

Nama : Tesya Rakhel

Kelas : XI IPA

 

SEKOLAH LENTERA HARAPAN WAY PENGUBUAN

TAHUN AJARAN 2020/2021

 

 

 

KATA PENGANTAR

 

Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat yang telah diberikan-Nya, sehingga tugas Interdisipin ini dapat dikerjakan dengan lancar.

      Tugas interdisiplin dengan judul PENGARUH POLA KEBUGARAN TUBUH TERHADAP SISTEM KOORDINASI" ini ditunjukan untuk memenuhi tugas penelitian akhir mata pelajaran Bahasa Indonesia, Biologi, PJOK dan TIK.

      Penulis menyadari bahwa tanpa adanya bimbingan, bantuan, dan doa dari berbagai pihak, tugas Interdisiplin ini tidak akan selesai dengan tepat pada waktunya. Oleh karena itu, penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam proses pengerjaan tugas Interdisiplin ini, yaitu kepada:

  1. Ibu Delvi Pasaribu S.Pd, selaku guru mata pelajajaran Bahasa Indonesia
  2. Ibu Gabriel Sabatini S.Pd, selaku guru mata pelajaran Biologi
  3. Ibu Bertha Talambauna S.Pd, selaku guru mata pelajaran TIK
  4. Bapak Willy Fallo S.Pd, selaku guru mata pelajaran PJOK

      Penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan dalam Tugas Interdisiplin ini. Oleh karena itu, kritik dan saran pembaca akan sangat bermanfaat bagi penulis. Semoga tugas Interdisiplin ini dapat bermanfaat bagi semua pihak yang membacanya.

 

Lampung Tengah, 30 Januari 2021

 

 

Tesya Rakhel

 

 

 

 

DAFTAR ISI

 

HALAMAN JUDUL………………………………………………………………………………………………i

KATA PENGANTAR………………………………………………………………………………………………ii

DAFTAR ISI………………………………………………………………………………………………iii

BAB I PENDAHULUAN………………………………………………………………………………………………1

1.1  Latar belakang………………………………………………………………………………………………1

1.2  Rumusan Masalah………………………………………………………………………………………………2

1.3  Tujuan Penulisan………………………………………………………………………………………………2

BAB II KAJIAN TEORI……………………………………………………………………………………………3

2.1  Definisi Sistem Saraf dan Kebugaran………………………………………………………………………………………………3

2.2  Teknik dan Pola Latihan Kecepatan, Kelincahan dan Keseimbangan…………………………………..4

2.3  Program Latihan Kecepatan, Kelincahan dan Keseimbangan……………………………………………..4

2.3.1        Tabel Program Kegiatan……………………………………………………………………………………6

BAB III METODOLOGI…………………………………………………………………………………7

3.1  Waktu dan Tempat………………………………………………………………………………………………7

3.2  Langkah Percobaan………………………………………………………………………………………………7

3.3  Tabel Percobaan………………………………………………………………………………………………9

3.4  Tabel Norma Ketentuan Keseimbangan, Kecepatan dan Kelincahan………………………………………………………………………………………………11

3.5  Foto Latihan Kebugaran Jasmani………………………………………………………………………………………………13

3.5.1        Kecepatan (Lari jarak pendek) ……………………………………………………………………………13

3.5.2        Kelincahan (Shuttle run) ………………………………………………………………………………13

3.5.3        Keseimbangan (Sikap kapal terbang) …………………………………………………………………14

3.6  Pembahasan………………………………………………………………………………………………14

BAB IV PENUTUP………………………………………………………………………………………………16

4.1  Kesimpulan………………………………………………………………………………………………16

4.2  Saran………………………………………………………………………………………………16

DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………………………………………………17

 

 

 

 

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

1.1     Latar Belakang

Ada banyak hal kegiatan yang dapat manusia lakukan disetiap harinya. Beberapa orang meluangkan waktunya untuk belajar, bermain game bahkan berolah raga. Tanpa mereka sadari kegiatan dan kebiasaan-kebiasaan yang mereka lakukan menimbulkan dampak yang berbeda-beda pada kinerja tubuh mereka, salah satunya adalah kebiasaan melakukan pola hidup yang tidak sehat. Pola hidup yang tidak sehat seperti tidak menjaga kebugaran tubuh dapat menyebabkan timbulnya berbagai jenis penyakit, terutama pada sistem koordinasi tubuh. Sistem koordinasi adalah organ dan sistem yang bekerja secara efisien. Sistem koordinasi terusun dari organ-organ tubuh yang bekerja secara selaras dan teratur untuk mengatur semua aktivitas tubuh (Sinta, 2020). Tubuh manusia dilengkapi tiga perangkat pengatur kegiatan tubuh yang terdiri dari saraf, endokrin (hormon) dan penginderaan (Rosita, 2017).

Sistem saraf sebagai sistem koordinasi, sistem saraf mempunyai fungsi yaitu pengendalian kerja alat-alat tubuh agar bekerja serasi. Berfungsi pada bagian alat komunikasi antara tubuh dengan lingkungan di luar tubuh, yang dilakukan oleh ujung saraf pada indra, dan lingkungan dalam tubuh, pusat kesadaran, kemauan dan pikiran untuk melaksanakan fungsi tersebut maka sistem saraf tersusun oleh berbagai organ, jaringan dan juga komponen terkecil yaitu sel saraf atau neuron (Putra, 2019). Oleh karena itu, manusia perlu melakukan kebiasaan-kebiasaan yang memberikan dampak baik pada tubuh, yaitu dengan cara menjaga kebugaran tubuh dengan rajin berolahraga, mengkonsumsi makanan-makanan yang sehat dan istirahat yang cukup. Ada banyak hal jenis-jenis olah raga yang dapat meningkatkan kesehatan pada sistem koordinasi serta melatih kecepatan, kelincahan dan keseimbangan pada tubuh.

 

 

1.2     Rumusan Masalah

  1. Bagaimana cara menjaga kebugaran tubuh dengan program teknik dan pola latihan yang perlu dilakukan ?
  2. Mengapa perlu menjaga kebugaran tubuh ?
  3. Mengapa kebugaran tubuh dapat mempengaruhi kesehatan pada sistem koordinasi ?

 

 

1.3     Tujuan Penulisan

  1. Untuk mengetahui bagaimana cara menjaga kebugaran tubuh dengan teknik dan pola latihan yang dapat dilakukan.
  2. Untuk mengetahui pentingnya menjaga kebugaran tubuh.
  3. Untuk mengetahui hubungan antara menjaga kebugaran tubuh terhadap kesehatan sistem koordinasi.

 

 

 

 

 

BAB II

KAJIAN TEORI

 

 

2.1     Definisi Sistem Saraf dan Kebugaran

Menurut Graha Ilmu, sistem saraf manusia merupakan sistem koordinasi yang terdiri atas jalinan jaringan saraf yang kompleks, sangat khusus dan berhubungan satu dengan yang lain (Graha Ilmu, 2020). Sistem saraf mengkoordinasi, menafsirkan, dan mengatur interaksi antara individu dengan lingkungan sekitarnya dan bertanggung jawab sebagai pengatur aktivitas kebanyakan sistem tubuh lainnya. Pengaturan saraf tersebut mengakibatkan terjalinnya komunikasi antara berbagai sistem tubuh yang menyebabkan tubuh dapat berfungsi sebagai unit yang harmonis dikarenakan sistem saraf dinyatakan sebagai asal dari segala fenomena kesadaran, pikiran, ingatan, bahasa, sensasi dan gerakan (gerak biasa atau gerak refleks) (Graha Ilmu, 2020).

Kebugaran fisik mengandung makna yaitu kesanggupan dan kemampuan tubuh melakukan penyesuaian terhadap pembebanan fisik yang diberikan tanpa menimbulkan kelelahan yang berlebihan (Asri, 2019). Kebugaran jasmani juga bisa dikatakan sebagai sebuah keadaan kemampuan jasmani yang dapat menyesuaikan fungsi alat–alat tubuhnya terhadap tugas jasmani tertentu atau terhadap keadaan lingkungan yang harus diatasi dengan cara yang efisien tanpa kelelahan yang berlebihan (Asri, 2019). Manfaat dari menjaga kebugaran jasmani tersebut berdampak pada kesehatan sistem saraf pada tubuh manusia. Hal ini dikarenakan dengan menjaga kebugaran tubuh, maka kinerja setiap organ-orang yang terhubung dengan sistem saraf akan menjadi lebih sehat dan terjaga untuk melakukan aktivitas dengan lingkungan. Selain dapat menjaga kesehatan sistem koordinasi, menjaga kebugaran tubuh dapat melatih tingkat kecepatan, kelincahan dan keseimbangan tubuh saat beraktivitas.

 

 

2.2     Teknik dan Pola Latihan Kecepatan, Kelincahan dan Keseimbangan

Pada teknik melatih kecepatan gerak tubuh yaitu dengan melakukan latihan atau olah raga berupa lari dengan jarak 50 meter, 60 meter dan 100 meter. Teknik dan pola latihan kecepatan ini dilakukan secara bertahap yaitu dengan berlari dengan jarak yang meningkat di setiap minggunya untuk melatih lebih lagi kecepatan gerak tubuh. Pada minggu kedua dilakukan nya lari dengan jarak 50 meter dengan waktu 15, 39 detik. Minggu ketiga jarak lari ditingkatkan menjadi 60 meter dengan waktu 27, 61 detik. Minggu keempat semakin meningkat jarak lari menjadi 100 meter dengan waktu lari yaitu 13, 45 detik.

Teknik dalam melatih kelincahan pada gerakan tubuh, yaitu dengan melakukan latihan atau olah raga berupa shuttle run dengan jarak yang bertahap. Pada minggu kedua melakukan latihan shuttle run dengan jarak 20 meter dengan waktu lari 17, 05 detik. Minggu ketiga, jarak shuttle run ditingkatkan menjadi 40 meter dengan waktu lari 29, 53 detik. Pada minggu keempat, untuk lebih meningkatkan kelincahan gerak tubuh yaitu dengan shuttle run berjarak 80 meter dengan waktu lari 23, 64 detik. Setiap minggu nya jarak pada shuttle run semakin ditingkatkan untuk dapat melatih lebih lagi kelincahan pada gerak tubuh, sehingga tubuh mengalami banyak gerak yang dilakukan saat berolah raga yang memberikan dampak yang baik bagi kesehatan sistem koordinasi.

Dalam menjaga keseimbangan tubuh diperlukannya teknik dan pola latihan keseimbangan yang tepat. Salah satu latihan atau olah raga yang dapat melatih keseimbangan tubuh adalah sikap kapal terbang. Dalam melakukan teknik keseimbangan sikap kapal terbang ini dibutuhkan nya kekuatan pada salah satu kaki yang digunakan sebagai tumpuan tubuh. Latihan sikap kapal terbang ini memberikan dampak baik pada kesehatan otot kaki dan tulang. Pola sikap kapal terbang adalah dengan bertumpu pada satu kaki, kemudian tubuh dicondongkan kedepan dengan tangan direntangkan dan kaki yang tidak digunakan sebagai tumpuan diangkat setinggi kepala saat tubuh dicondongkan kedepan. Dalam melakukan teknik latihan keseimbangan tersebut dibutuhkannya waktu untuk minggu kedua 1, 6 menit, minggu ketiga 1, 8 menit dan minggu keempat 1, 16 menit, sehingga keseimbangan tubuh akan semakin meningkat disetiap minggunya.

 

 

2.3     Program Latihan Kecepatan, Kelincahan dan Keseimbangan

Dalam menjaga kebugaran jasmani dibutuhkan nya latihan atau olah raga yang dapat melatih kecepatan, kelincahan dan keseimbangan pada tubuh yaitu dengan dilakukannya program latihan yang dilakukan secara sistematis dan berpola. Untuk melatih kecepatan gerak tubuh dapat melakukan banyak latihan-latihan, salah satunya adalah lari jarak pendek. Olah raga lari jarak pendek dengan jarak 50 meter, 60 meter dan 100 meter memberikan dampak yang baik dalam meningkatkan kecepatan gerak tubuh dan juga dapat menjaga kesehatan pada sistem koordinasi. Dalam melakukan lari jarak pendek yang benar, terdapat 3 teknik dasar yang perlu dilakukan (Shopback, 2020). Teknik pertama yaitu teknik start yang didalamnya terdapat 3 macam teknik start salah satunya yaitu start jongkok. Teknik start jongkok dilakukan dengan meletakkan kedua tangan dengan jari-jari membentuk huruf V terbalik tepat di belakang garis start. Setelah itu, ambil posisi jongkok lalu letakkan kaki kiri di depan, sementara lutut kaki kanan diletakkan tepat di sebelah kaki kiri dengan jarak sekitar satu kepal (Shopback, 2020). Saat aba-aba dimulai siapkan diri untuk berlari, selalu posisikan tubuh condong ke depan dengan kaki menolak sekuat tenaga. Langkahkanlah kaki selebar mungkin saat berlari dan gerakkanlah kedua kaki  secepat mungkin. Meski sedang berlari, jagalah tubuh untuk tetap rileks dan seimbang agar terhindar dari cedera. Saat sudah mendekati garis finish, miringkan badan sedikit sehingga bahu dapat lebih dulu mencapai garis finish untuk mempercepat menyentuh garis finish, sekalipun hanya sepersekian detik (Shopback, 2020). Latihan kecepatan gerak tubuh dengan olah raga lari tersebut dilakukan secara bertahap yaitu seminggu sekali.

Dalam melatih kelincahan gerak tubuh yaitu dapat melakukan latihan, salah satunya adalah Shuttle Run dengan jarak dan waktu yang berbeda disetiap minggunya. Jarak awal 20 meter dengan minimal waktu 18,1 detik, kemudian menjadi 40 meter dengan minimal waktu lari 23,1 detik, setelah itu meningkat menjadi 80 meter dengan waktu lari minimal 28,1 detik. Teknik dalam melakukan latihan shuttle run tersebut yaitu dengan menetapkan jarak yang diinginkan. Jarak shuttle run bertahap dari 20 meter kemudian 40 meter dan setelah itu menjadi 80 meter. Siapkan stopwatch atau pengukur waktu. Bersiap dalam posisi sprinter, setelah aba-aba “Ya!” berlarilah secepat mungkin dan berbalik arah menuju garis awal (Dokter Sehat, 2020). Berlari sampai di garis awal lalu berlari lagi dengan berbalik arah. Saat sudah menyelesaikan shuttle run dengan jarak yang bertahap-tahap tersebut, maka itulah waktu final yang didapat (Dokter Sehat, 2020).

Dalam melatih keseimbangan dapat dilakukannya latihan sikap kapal terbang dengan waktu minimal 30 detik untuk wanita dan 40 detik untuk pria.  Lakukan program latihan kecepatan, kelincahan dan keseimbangan gerak tubuh selama 3 minggu dengan jarak dan waktu yang berbeda, kemudian catatlah waktu yang di dapat dari setiap latihan-latihan tersebut. Ketiga latihan tersebut memberikan dampak pada kecepatan, kelincahan dan keseimbangan tubuh sehingga gerak tubuh akan menjadi semakin meningkat disetiap minggunya jika dilakukan secara rutin dan terprogram.

 

 

4.1.1        Tabel Program Kegiatan

Nomor

Komponen

Jenis Latihan

Waktu Pelaksanaan

Keterangan

1

Kecepatan

  1. Lari 50 meter
  2. Lari 60 meter
  3. Lari 100 meter

  1. Minggu kedua (Rabu, 13 Januari 2021)
  2. Minggu ketiga (Rabu, 20 Januari 2021)
  3. Minggu keempat (Rabu, 27 Januari 2021)

Dilakukan secara bertahap di setiap minggunya sesuai dengan jarak yang ditentukan. Gunakanlah pakaian olah raga dan lakukan pemanasan terlebih dahulu sebelum memulai latihan.

2

Kelincahan

  1. Shuttle run 20 meter
  2. Shuttle run 40 meter
  3. Shuttle run 80 meter

  1. Minggu kedua (Rabu, 13 Januari 2021)
  2. Minggu ketiga (Rabu, 20 Januari 2021)
  3. Minggu keempat (Rabu, 27 Januari 2021)

Dibutuhkan nya kelincahan kaki dalam menolak permukaan atau landasan lari agar dapat lebih cepat dan mengurangi cidera pada kaki.

3

Keseimbangan

  1. Sikap kapal terbang tahap 1
  2. Sikap kapal terbang tahap 2
  3. Sikap kapal terbang tahap 3

  1. Minggu kedua (Rabu, 13 Januari 2021)
  2. Minggu ketiga (Rabu, 20 Januari 2021)
  3. Minggu keempat (Rabu, 27 Januari 2021)

Jadikanlah salah satu kaki terkuat untuk dijadikan sebagai tumpuan tubuh agar dapat bertahan lama dan lebih seimbang.

 

 

 

 

 

 

BAB III

METODOLOGI

 

 

3.1     Waktu dan Tempat

Waktu yang digunakan dalam percobaan latihan menjaga kebugaran tubuh serta melatih kecepatan, kelincahan dan keseimbangan ini pada tanggal 13 Januari sampai dengan 27 Januari 2021 dan tempat yang digunakan dalam percobaan latihan kebugaran tubuh ini bertempat di rumah penulis.

 

 

3.2     Langkah Percobaan

Adapun langkah percobaan sebagai berikut :

1.      Pemanasan sebelum memulai latihan kecepatan, kelincahan dan keseimbangan tubuh.


     Pada minggu kedua

  • Melatih kecepatan tubuh dilakukannya olah raga lari jarak pendek sejauh 50 meter dengan minimal waktu 11, 8 detik.
  • Melatih kelincahan tubuh dilakukannya olah raga shuttle run dengan jarak 20 meter dengan minimal waktu 18, 1 detik.
  • Melatih keseimbangan tubuh dilakukannya olah raga sikap kapal terbang dengan minimal waktu 30 detik.

3.      Pada minggu ketiga

  • Melatih kecepatan gerak tubuh dilakukannya olah raga lari jarak pendek sejauh 60 meter dengan minimal waktu 13, 3 detik.
  • Melatih kelincahan gerak tubuh dilakukannya olah raga shuttle run dengan jarak 40 meter dengan minimal waktu 23, 1 detik.
  • Melatih keseimbangan tubuh dilakukannya olah raga sikap kapal terbang dengan minimal waktu 30 detik.

4.      Pada minggu keempat

  • Melatih kecepatan gerak tubuh dilakukannya olah raga lari jarak pendek dengan jarak sejauh 100 meter dengan minimal waktu 19, 5 detik.
  • Melatih kelincahan gerak tubuh dilakukannya olah raga shuttle run dengan jarak 80 meter dengan minimal waktu 28, 1 detik.
  • Melatih keseimbangan tubuh dilakukannya olah raga sikap kapal terbang dengan minimal waktu 30 detik.

5. Catat setiap waktu latihan yang didapat pada tabel dengan jarak yang berbeda-beda dalam 3 minggu tersebut.

 

 

3.3     Tabel Percobaan

Nomor

Uraian komponen

Minggu kedua

Minggu ketiga

Minggu keempat

1

Kecepatan

 

 

 

 

Lari 50 meter (minggu kedua)

00.15. 39 detik

 

 

 

Lari 60 meter (minggu ketiga)

 

00.27.61 detik

 

 

Lari 100 meter (minggu keempat)

 

 

00.13.45 detik

 

 

 

 

 

2

Kelincahan

 

 

 

 

Shuttle run 20 meter (minggu kedua)

00.17.05 detik

 

 

 

Shuttle run 40 meter (minggu ketiga)

 

00.29.53 detik

 

 

Shuttle run 80 meter (minggu keempat)

 

 

00.23.64 detik

 

 

 

 

 

3

Keseimbangan

 

 

 

 

Sikap kapal terbang tahap 1

01.06.69 menit

 

 

 

Sikap kapal terbang tahap 2

 

01.08.95 menit

 

 

Sikap kapal tebang tahap 3

 

 

01.16.40 menit

 

 

Makna dari program latihan kecepatan, kelincahan dan keseimbangan dalam 3 minggu dengan jarak yang bertahap tersebut terlihat pada tabel bahwa disetiap minggunya mengalami sebuah kenaikan kecepatan, kelincahan dan keseimbangan gerak tubuh jika dilakukan secara terprogram atau rutin. Tidak semua juga meningkat, ada beberapa yang mengalami penurunan dikarenakan lintasan lari kurang memadai dan banyak hambatan seperti batu, kayu dan lain-lain. Oleh karena itu, lakukanlah olah raga dan latihan-latihan lain secara terprogram atau rutin untuk lebih lagi meningkatkan tingkat kemampuan tubuh dalam bertindak.

 

 

3.4                      Tabel Norma Ketentuan Keseimbangan, Kecepatan dan Kelincahan




 

 

3.5     Foto Latihan Kebugaran Jasmani

Di bawah ini penulis menampilkan foto–foto latihan kebugaran fisik.

3.5.1        Kecepatan (Lari jarak pendek)

Gambar 01. Foto lari jarak pendek

 

3.5.2        Kelincahan (Shuttle run)

Gambar 02. Foto shuttle run

 

3.5.3        Keseimbangan (Sikap kapal terbang)

Gambar 03. Foto sikap kapal terbang

 

 

3.6      Pembahasan

Kebugaran jasmani adalah kesanggupan tubuh untuk melakukan aktivitas dan masih memiliki cadangan tenaga untuk melakukan kegiatan yang lain (Ahmad, 2021). Perilaku tidak menjaga kebugaran tubuh memberikan dampak yang berbeda-beda, yaitu dapat menyebabkan menurunnya kinerja koordinasi gerakan otot pada tubuh dan keseimbangan kerja otot serta rangka, dikarenakan mempengaruhi kinerja otak kecil (Cerebellum). Selain itu dapat mempengaruhi kinerja pada pengatur tekanan darah, sehingga dapat mempengaruhi sistem sirkulasi tubuh serta kinerja ginjal (Daya, 2019). Selain memberikan dampak yang berbeda-beda pada tubuh, tidak menjaga pola kebugaran tubuh dapat memberikan berbagai macam gangguan pada sistem koordinasi, salah satunya adalah gangguan kinerja gerak pada tubuh. Salah satu penyakit terhadap sistem koordinasi akibat tidak menjaga kebugaran tubuh yaitu artritis.

Artritis reumatoid adalah penyakit yang menyerang sendi dan tulang atau jaringan penunjang sekitar sendi. Penyakit ini merupakan penyakit autoimun yang banyak diderita oleh kaum lanjut usia (usia 50 tahun ke atas) (Sibarani, 2020). Gejala awal yang khas pada penderita artritis reumatoid pada tangan ialah pembengkakan sendi metakarpofalangeal yang simetrik. Proses peradangan yang lama akan menyebabkan kelemahan dari jaringan lunak sehingga penderitanya akan mengalami kesulitan dalam bergerak (Sibarani, 2020). Salah satu penderita yang mengalami penyakit artritis reumatoid ini adalah pemain profesional tenis yaitu Caroline Wozniacki (Indosport, 2021). Artritis reumatoid atau radang sendi ini disebabkan karena kekebalan tubuh Caroline yang menyerang jaringannya sendiri, dimana ia mengalami nyeri sendi, kelelahan terus-menerus dan beberapa gejala (Orami, 2019). Ia menyebutkan efek dari penyakit  rheumatoid artritis yang dia derita ialah tidak bisa mengangkat lengan, bahu, sikut, tangan dan semua tubuhnya mengalami rasa sakit. Walaupun begitu, Caroline tetap melakukan latihan-latihan dalam bermain tenis serta berolah raga yang ringan dengan tingkat waktu yang bertahap-tahap meningkat.

Kasus dari penyakit yang dialami oleh Caroline Wozniacki ini sangat berhubungan dengan mekanisme koordinasi pada gerak tubuh, yaitu gerak sadar. Pengertian dari gerak sadar adalah gerakan yang disadari, yang dimana mekanisme terjadinya hantaran impuls pada gerak biasa dimulai dari reseptor sebagai penerima rangsang (Pelajaran, 2017). Impuls tersebut kemudian dihantarkan menuju neuron sensorik untuk kemudian diolah otak. Respons dari otak kemudian dihantarkan ke efektor oleh saraf motorik sehingga terjadilah gerakan (Pelajaran, 2017). Sehingga bagi para penderita penyakit artritis akan mengalami kesulitan bergerak secara sadar, dikarenakan pembengkakan pada sendi serta tulang penderita.

Pada konverensi poin yang diperoleh, pada minggu kedua bagian lari jarak pendek dengan jarak 50 meter memerlukan waktu 15, 39 detik, dimana poin yang didapat sangat kurang. Minggu ketiga yaitu lari jarak pendek dengan jarak 60 meter memerlukan waktu 27, 61 detik, sehingga poin yang di dapat kurang sekali. Lari jarak pendek di minggu keempat dengan jarak 100 meter memerlukan waktu 13, 45 detik, sehingga mendapatkan poin yang baik sekali. Pada konverensi poin untuk shuttle run di minggu kedua dengan jarak 20 meter membutuhkan waktu 17, 5 detik, sehingga poin yang didapat baik. Shuttle run diminggu ketiga dengan jarak 40 meter membutuhkan waktu sekitar 29, 53 detik, sehingga poin yang didapat kurang. Shuttle run diminggu keempat dengan jarak 80 meter membutuhkan waktu 23, 64 detik, sehingga poin yang didapat yaitu sempurna. Konverensi poin yang diperoleh pada minggu kedua bagian sikap kapal terbang yaitu mendapatkan waktu 1, 6 menit, diminggu ketiga mendapatkan 1, 8 menit dan diminggu keempat mendapatkan 1, 16 menit.

 

 

 

 

BAB IV

PENUTUP

 

 

4.1    Kesimpulan

Sistem koordinasi pada tubuh memiliki fungsi sebagai bagian alat komunikasi antara tubuh dengan lingkungan di luar tubuh, yang dilakukan oleh ujung saraf pada indra dan lingkungan dalam tubuh, pusat kesadaran, kemauan dan pikiran untuk melaksanakan fungsi tersebut maka sistem saraf tersusun oleh berbagai organ, jaringan dan juga komponen terkecil yaitu sel saraf atau neuron (Putra, 2019). Sebagai salah satu bagian terpenting untuk terjadinya proses kesadaran, kemauan, pikiran bahkan gerak pada tubuh manusia, sistem koordinasi perlu diperhatikan lebih lagi terhadap kesehatannya, sehingga kinerja dan proses alat penghubung antara tubuh dengan lingkungan luar tubuh dapat berjalan dengan baik. Dalam menjaga kinerja dan proses sistem koordinasi dibutuhkan nya latihan-latihan untuk menjaga pola kebugaran tubuh. Pola kebugaran tubuh dapat dijaga dengan latihan-latihan tubuh atau olah raga, salah satunya adalah latihan kecepatan, kelincahan dan keseimbangan tubuh melalui latihan-latihan seperti lari jarak dekat, shuttle run dan sikap kapal terbang. Latihan-latihan ini dilakukan secara bertahap dan terprogram sehingga kesehatan pada sistem koordinasi lebih terjaga dengan baik dalam waktu yang lama. Tidak hanya berolah raga, untuk menjaga pola kebugaran tubuh diperlukannya mengkonsumsi makanan yang sehat seperti buah dan sayuran serta istirahat yang cukup.

 

 

4.2    Saran

1.      Dalam melakukan program latihan kecepatan, kelincahan dan keseimbangan pastikan untuk pemanasan terlebih dahulu untuk mengurangi terjadinya cidera.

2.      Lakukan program latihan secara rutin untuk melihat hasil disetiap minggunya.

3.      Dimohon untuk membaca dan memahami isi dengan baik.

 

 

 

 

 


DAFTAR PUSTAKA

 

Ahmad. (2021). Kebugaran jasmani. Diambil dari : https://www.yuksinau.id/kebugaran-jasmani-pengertian-unsur-manfaat/


Asri. (2019). Tinjauan pustaka. Diambil dari : http://repository.poltekkes-denpasar.ac.id/2677/3/3.%20BAB%20II%20%28TINJAUAN%20PUSTAKA%29.pdf


Daya. (2019). Jangan malas, ini yang terjadi saat tubuh kurang olahraga. Diambil dari : https://www.daya.id/kesehatan/tips-info/penyakit-tidak-menular/jangan-malas-ini-yang-terjadi-saat-tubuh-kurang-olahraga


Dokter Sehat. (2020). Apa itu shuttle run? ketahui manfaat, cara, aturan, dll. Diambil dari : https://doktersehat.com/apa-itu-shuttle-run/amp/#aoh=16118548401504&referrer=https%3A%2F%2Fwww.google.com&amp_tf=Dari%20%251%24s


Graha Ilmu. (2020). Sistem koordinasi dan organ indera. Diambil dari : http://grahailmu.id/product/sistem-koordinasi-dan-organ-indera/


Indosport. (2021). Pengakuan caroline wozniacki, sakit sendi yang membuatnya harus pensiun dari tenis. Diambil dari : https://www.indosport.com/raket/20210102/sakit-sendi-yang-membuat-caroline-wozniacki-harus-pensiun-dari-tenis


Orami. (2019). Gejala penyakit artritis yang perlu diwaspadai. Diambil dari : https://www.orami.co.id/magazine/gejala-penyakit-artritis/


Pelajaran. (2017). Pengertian, mekanisme dan urutan serta contoh gerak biasa dan gerak refleks lengkap. Diambil dari : https://www.pelajaran.co.id/2017/27/pengertian-mekanisme-dan-urutan-serta-contoh-gerak-biasa-dan-gerak-refleks.html


Putra. (2019). Kajian teori. Diambil dari : http://repository.unpas.ac.id/40281/4/BAB%20II%20%28Renaldy%29%20ACC.pdf


Rosita. (2017). Kajian teori dan kerangka pemikiran. Diambil dari : http://repository.unpas.ac.id/31492/3/BAB%20II.pdf


Shopback. (2020). Ini 3 teknik lari jarak pendek yang penting dan perlu kamu pelajari. Diambil dari : https://www.shopback.co.id/katashopback/teknik-lari-jarak-pendek


Sibarani. (2020). Analisis penyebab artritis reumatoid pada pekerja di tempat pelelangan ikan desa paluh sibaji. Diambil dari : http://ejournal.helvetia.ac.id/index.php/jkg/article/download/4583/316


Sinta. (2020). Tinjauan pustaka. Diambil dari : https://sinta.unud.ac.id/uploads/wisuda/1390361004-3-BAB%20II_q.pdf

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Text Hortatory Exposition on the History of Budi Utomo's National Movement

  Indonesian Nation Resistance Through the Budi Utomo Movement Name : Tesya Rakhel Class : XI IPA Sekolah Lentera Harapan Way Pengubuan Scho...