KARYA ILMIAH
PENGARUH POLA KEBUGARAN TUBUH
TERHADAP SISTEM KOORDINASI
Ditulis untuk memenuhi tugas
penilaian akhir pelajaran Bahasa Indonesia, Biologi, TIK dan PJOK.
Guru Pembimbing :
Ibu Delvi Pasaribu S.Pd
Ibu Gabriel Sabatini S.Pd
Ibu Bertha Talambauna S.Pd
Bapak Willy Fallo S.Pd
Disusun Oleh :
Nama : Tesya Rakhel
Kelas : XI IPA
SEKOLAH LENTERA HARAPAN WAY PENGUBUAN
TAHUN AJARAN 2020/2021
KATA PENGANTAR
Puji
syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat yang telah diberikan-Nya,
sehingga tugas Interdisipin ini dapat dikerjakan dengan lancar.
Tugas interdisiplin dengan judul “PENGARUH POLA KEBUGARAN TUBUH TERHADAP
SISTEM KOORDINASI" ini ditunjukan untuk memenuhi tugas penelitian
akhir mata pelajaran Bahasa Indonesia, Biologi, PJOK dan TIK.
Penulis menyadari bahwa tanpa adanya bimbingan, bantuan, dan doa dari berbagai pihak, tugas Interdisiplin ini tidak akan selesai dengan tepat pada waktunya. Oleh karena itu, penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam proses pengerjaan tugas Interdisiplin ini, yaitu kepada:
- Ibu Delvi Pasaribu S.Pd, selaku guru mata pelajajaran Bahasa Indonesia
- Ibu Gabriel Sabatini S.Pd, selaku guru mata pelajaran Biologi
- Ibu Bertha Talambauna S.Pd, selaku guru mata pelajaran TIK
- Bapak Willy Fallo S.Pd, selaku guru mata pelajaran PJOK
Penulis menyadari
bahwa masih banyak kekurangan dalam Tugas Interdisiplin ini. Oleh karena itu,
kritik dan saran pembaca akan sangat bermanfaat bagi penulis. Semoga tugas
Interdisiplin ini dapat bermanfaat bagi semua pihak yang membacanya.
Lampung
Tengah, 30 Januari 2021
Tesya
Rakhel
DAFTAR
ISI
HALAMAN
JUDUL………………………………………………………………………………………………i
KATA
PENGANTAR………………………………………………………………………………………………ii
DAFTAR
ISI………………………………………………………………………………………………iii
BAB I PENDAHULUAN………………………………………………………………………………………………1
1.1 Latar
belakang………………………………………………………………………………………………1
1.2 Rumusan
Masalah………………………………………………………………………………………………2
1.3 Tujuan
Penulisan………………………………………………………………………………………………2
BAB II KAJIAN TEORI……………………………………………………………………………………………3
2.1 Definisi Sistem Saraf dan
Kebugaran………………………………………………………………………………………………3
2.2 Teknik dan
Pola Latihan Kecepatan, Kelincahan dan Keseimbangan…………………………………..4
2.3 Program
Latihan Kecepatan, Kelincahan dan Keseimbangan……………………………………………..4
2.3.1
Tabel Program Kegiatan……………………………………………………………………………………6
BAB III METODOLOGI…………………………………………………………………………………7
3.1 Waktu dan
Tempat………………………………………………………………………………………………7
3.2 Langkah
Percobaan………………………………………………………………………………………………7
3.3 Tabel
Percobaan………………………………………………………………………………………………9
3.4 Tabel Norma Ketentuan
Keseimbangan, Kecepatan dan Kelincahan………………………………………………………………………………………………11
3.5 Foto Latihan Kebugaran
Jasmani………………………………………………………………………………………………13
3.5.1
Kecepatan (Lari jarak pendek) ……………………………………………………………………………13
3.5.2
Kelincahan (Shuttle run) ………………………………………………………………………………13
3.5.3
Keseimbangan (Sikap kapal terbang)
…………………………………………………………………14
3.6 Pembahasan………………………………………………………………………………………………14
BAB IV PENUTUP………………………………………………………………………………………………16
4.1 Kesimpulan………………………………………………………………………………………………16
4.2 Saran………………………………………………………………………………………………16
DAFTAR
PUSTAKA………………………………………………………………………………………………17
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Ada banyak hal kegiatan
yang dapat manusia lakukan disetiap harinya. Beberapa orang meluangkan waktunya
untuk belajar, bermain game bahkan berolah raga. Tanpa mereka sadari kegiatan
dan kebiasaan-kebiasaan yang mereka lakukan menimbulkan dampak yang berbeda-beda
pada kinerja tubuh mereka, salah satunya adalah kebiasaan melakukan pola hidup
yang tidak sehat. Pola hidup yang tidak sehat seperti tidak menjaga kebugaran
tubuh dapat menyebabkan timbulnya berbagai jenis penyakit, terutama pada sistem
koordinasi tubuh. Sistem koordinasi adalah organ dan sistem yang bekerja secara
efisien. Sistem koordinasi terusun dari organ-organ tubuh yang bekerja secara
selaras dan teratur untuk mengatur semua aktivitas tubuh (Sinta, 2020). Tubuh manusia dilengkapi tiga perangkat pengatur
kegiatan tubuh yang terdiri dari saraf, endokrin (hormon) dan penginderaan (Rosita, 2017).
Sistem saraf sebagai
sistem koordinasi, sistem saraf mempunyai fungsi yaitu pengendalian kerja
alat-alat tubuh agar bekerja serasi. Berfungsi pada bagian alat komunikasi
antara tubuh dengan lingkungan di luar tubuh, yang dilakukan oleh ujung saraf
pada indra, dan lingkungan dalam tubuh, pusat kesadaran, kemauan dan pikiran
untuk melaksanakan fungsi tersebut maka sistem saraf tersusun oleh berbagai
organ, jaringan dan juga komponen terkecil yaitu sel saraf atau neuron (Putra, 2019). Oleh karena itu, manusia perlu melakukan
kebiasaan-kebiasaan yang memberikan dampak baik pada tubuh, yaitu dengan cara
menjaga kebugaran tubuh dengan rajin berolahraga, mengkonsumsi makanan-makanan
yang sehat dan istirahat yang cukup. Ada banyak hal jenis-jenis olah raga yang
dapat meningkatkan kesehatan pada sistem koordinasi serta melatih kecepatan,
kelincahan dan keseimbangan pada tubuh.
1.2 Rumusan Masalah
- Bagaimana cara menjaga kebugaran tubuh dengan program teknik dan pola latihan yang perlu dilakukan ?
- Mengapa perlu menjaga kebugaran tubuh ?
- Mengapa kebugaran tubuh dapat mempengaruhi kesehatan pada sistem koordinasi ?
1.3 Tujuan Penulisan
- Untuk mengetahui bagaimana cara menjaga kebugaran tubuh dengan teknik dan pola latihan yang dapat dilakukan.
- Untuk mengetahui pentingnya menjaga kebugaran tubuh.
- Untuk mengetahui hubungan antara menjaga kebugaran tubuh terhadap kesehatan sistem koordinasi.
BAB II
KAJIAN TEORI
2.1 Definisi Sistem Saraf dan Kebugaran
Menurut Graha
Ilmu, sistem saraf manusia merupakan sistem koordinasi yang terdiri atas
jalinan jaringan saraf yang kompleks, sangat khusus dan berhubungan satu dengan
yang lain (Graha Ilmu, 2020). Sistem saraf mengkoordinasi, menafsirkan, dan
mengatur interaksi antara individu dengan lingkungan sekitarnya dan bertanggung
jawab sebagai pengatur aktivitas kebanyakan sistem tubuh lainnya. Pengaturan
saraf tersebut mengakibatkan terjalinnya komunikasi antara berbagai sistem
tubuh yang menyebabkan tubuh dapat berfungsi sebagai unit yang harmonis
dikarenakan sistem saraf dinyatakan sebagai asal dari segala fenomena
kesadaran, pikiran, ingatan, bahasa, sensasi dan gerakan (gerak biasa atau
gerak refleks) (Graha Ilmu, 2020).
Kebugaran
fisik mengandung makna yaitu kesanggupan dan kemampuan tubuh melakukan
penyesuaian terhadap pembebanan fisik yang diberikan tanpa menimbulkan
kelelahan yang berlebihan (Asri, 2019). Kebugaran jasmani juga bisa dikatakan
sebagai sebuah keadaan kemampuan jasmani yang dapat menyesuaikan fungsi
alat–alat tubuhnya terhadap tugas jasmani tertentu atau terhadap keadaan
lingkungan yang harus diatasi dengan cara yang efisien tanpa kelelahan yang
berlebihan (Asri, 2019). Manfaat dari menjaga kebugaran jasmani tersebut
berdampak pada kesehatan sistem saraf pada tubuh manusia. Hal ini dikarenakan
dengan menjaga kebugaran tubuh, maka kinerja setiap organ-orang yang terhubung
dengan sistem saraf akan menjadi lebih sehat dan terjaga untuk melakukan
aktivitas dengan lingkungan. Selain dapat menjaga kesehatan sistem koordinasi,
menjaga kebugaran tubuh dapat melatih tingkat kecepatan, kelincahan dan
keseimbangan tubuh saat beraktivitas.
2.2 Teknik dan Pola Latihan Kecepatan,
Kelincahan dan Keseimbangan
Pada teknik
melatih kecepatan gerak tubuh yaitu dengan melakukan latihan atau olah raga
berupa lari dengan jarak 50 meter, 60 meter dan 100 meter. Teknik dan pola
latihan kecepatan ini dilakukan secara bertahap yaitu dengan berlari dengan
jarak yang meningkat di setiap minggunya untuk melatih lebih lagi kecepatan
gerak tubuh. Pada minggu kedua dilakukan nya lari dengan jarak 50 meter dengan
waktu 15, 39 detik. Minggu ketiga jarak lari ditingkatkan menjadi 60 meter
dengan waktu 27, 61 detik. Minggu keempat semakin meningkat jarak lari menjadi
100 meter dengan waktu lari yaitu 13, 45 detik.
Teknik dalam
melatih kelincahan pada gerakan tubuh, yaitu dengan melakukan latihan atau olah
raga berupa shuttle run dengan jarak yang bertahap. Pada minggu kedua melakukan
latihan shuttle run dengan jarak 20 meter dengan waktu lari 17, 05 detik.
Minggu ketiga, jarak shuttle run ditingkatkan menjadi 40 meter dengan waktu
lari 29, 53 detik. Pada minggu keempat, untuk lebih meningkatkan kelincahan
gerak tubuh yaitu dengan shuttle run berjarak 80 meter dengan waktu lari 23, 64
detik. Setiap minggu nya jarak pada shuttle run semakin ditingkatkan untuk
dapat melatih lebih lagi kelincahan pada gerak tubuh, sehingga tubuh mengalami
banyak gerak yang dilakukan saat berolah raga yang memberikan dampak yang baik
bagi kesehatan sistem koordinasi.
Dalam menjaga
keseimbangan tubuh diperlukannya teknik dan pola latihan keseimbangan yang
tepat. Salah satu latihan atau olah raga yang dapat melatih keseimbangan tubuh
adalah sikap kapal terbang. Dalam melakukan teknik keseimbangan sikap kapal
terbang ini dibutuhkan nya kekuatan pada salah satu kaki yang digunakan sebagai
tumpuan tubuh. Latihan sikap kapal terbang ini memberikan dampak baik pada
kesehatan otot kaki dan tulang. Pola sikap kapal terbang adalah dengan bertumpu
pada satu kaki, kemudian tubuh dicondongkan kedepan dengan tangan direntangkan
dan kaki yang tidak digunakan sebagai tumpuan diangkat setinggi kepala saat
tubuh dicondongkan kedepan. Dalam melakukan teknik latihan keseimbangan
tersebut dibutuhkannya waktu untuk minggu kedua 1, 6 menit, minggu ketiga 1, 8
menit dan minggu keempat 1, 16 menit, sehingga keseimbangan tubuh akan semakin
meningkat disetiap minggunya.
2.3 Program Latihan Kecepatan, Kelincahan dan
Keseimbangan
Dalam menjaga
kebugaran jasmani dibutuhkan nya latihan atau olah raga yang dapat melatih kecepatan,
kelincahan dan keseimbangan pada tubuh yaitu dengan dilakukannya program
latihan yang dilakukan secara sistematis dan berpola. Untuk melatih kecepatan
gerak tubuh dapat melakukan banyak latihan-latihan, salah satunya adalah lari
jarak pendek. Olah raga lari jarak pendek dengan jarak 50 meter, 60 meter dan
100 meter memberikan dampak yang baik dalam meningkatkan kecepatan gerak tubuh
dan juga dapat menjaga kesehatan pada sistem koordinasi. Dalam melakukan lari
jarak pendek yang benar, terdapat 3 teknik dasar yang perlu dilakukan
(Shopback, 2020). Teknik pertama yaitu teknik start yang didalamnya terdapat 3
macam teknik start salah satunya yaitu start jongkok. Teknik start jongkok
dilakukan dengan meletakkan kedua tangan dengan jari-jari membentuk huruf V
terbalik tepat di belakang garis start. Setelah itu, ambil posisi jongkok lalu
letakkan kaki kiri di depan, sementara lutut kaki kanan diletakkan tepat di
sebelah kaki kiri dengan jarak sekitar satu kepal (Shopback, 2020). Saat
aba-aba dimulai siapkan diri untuk berlari, selalu posisikan tubuh condong ke
depan dengan kaki menolak sekuat tenaga. Langkahkanlah kaki selebar mungkin
saat berlari dan gerakkanlah kedua kaki
secepat mungkin. Meski sedang berlari, jagalah tubuh untuk tetap rileks
dan seimbang agar terhindar dari cedera. Saat sudah mendekati garis finish,
miringkan badan sedikit sehingga bahu dapat lebih dulu mencapai garis finish
untuk mempercepat menyentuh garis finish, sekalipun hanya sepersekian detik
(Shopback, 2020). Latihan kecepatan gerak tubuh dengan olah raga lari tersebut
dilakukan secara bertahap yaitu seminggu sekali.
Dalam melatih
kelincahan gerak tubuh yaitu dapat melakukan latihan, salah satunya adalah
Shuttle Run dengan jarak dan waktu yang berbeda disetiap minggunya. Jarak awal
20 meter dengan minimal waktu 18,1 detik, kemudian menjadi 40 meter dengan
minimal waktu lari 23,1 detik, setelah itu meningkat menjadi 80 meter dengan
waktu lari minimal 28,1 detik. Teknik dalam melakukan latihan shuttle run
tersebut yaitu dengan menetapkan jarak yang diinginkan. Jarak shuttle run
bertahap dari 20 meter kemudian 40 meter dan setelah itu menjadi 80 meter.
Siapkan stopwatch atau pengukur waktu. Bersiap dalam posisi sprinter, setelah
aba-aba “Ya!” berlarilah secepat mungkin dan berbalik arah menuju garis awal
(Dokter Sehat, 2020). Berlari sampai di garis awal lalu berlari lagi dengan
berbalik arah. Saat sudah menyelesaikan shuttle run dengan jarak yang
bertahap-tahap tersebut, maka itulah waktu final yang didapat (Dokter Sehat,
2020).
Dalam melatih
keseimbangan dapat dilakukannya latihan sikap kapal terbang dengan waktu
minimal 30 detik untuk wanita dan 40 detik untuk pria. Lakukan program latihan kecepatan, kelincahan
dan keseimbangan gerak tubuh selama 3 minggu dengan jarak dan waktu yang berbeda,
kemudian catatlah waktu yang di dapat dari setiap latihan-latihan tersebut.
Ketiga latihan tersebut memberikan dampak pada kecepatan, kelincahan dan
keseimbangan tubuh sehingga gerak tubuh akan menjadi semakin meningkat disetiap
minggunya jika dilakukan secara rutin dan terprogram.
4.1.1
Tabel Program Kegiatan
|
Nomor |
Komponen |
Jenis Latihan |
Waktu Pelaksanaan |
Keterangan |
|
1 |
Kecepatan |
|
|
Dilakukan secara bertahap di setiap minggunya
sesuai dengan jarak yang ditentukan. Gunakanlah pakaian olah raga dan lakukan
pemanasan terlebih dahulu sebelum memulai latihan. |
|
2 |
Kelincahan |
|
|
Dibutuhkan nya kelincahan kaki dalam menolak
permukaan atau landasan lari agar dapat lebih cepat dan mengurangi cidera
pada kaki. |
|
3 |
Keseimbangan |
|
|
Jadikanlah salah satu kaki terkuat untuk
dijadikan sebagai tumpuan tubuh agar dapat bertahan lama dan lebih seimbang. |
BAB III
METODOLOGI
3.1 Waktu dan Tempat
Waktu yang digunakan dalam percobaan latihan menjaga kebugaran tubuh
serta melatih kecepatan, kelincahan dan keseimbangan ini pada tanggal 13
Januari sampai dengan 27 Januari 2021 dan tempat yang digunakan dalam percobaan
latihan kebugaran tubuh ini bertempat di rumah penulis.
3.2 Langkah Percobaan
Adapun
langkah percobaan sebagai berikut :
1. Pemanasan sebelum memulai latihan kecepatan, kelincahan dan keseimbangan tubuh.
Pada minggu kedua
- Melatih kecepatan tubuh dilakukannya olah raga lari jarak pendek sejauh 50 meter dengan minimal waktu 11, 8 detik.
- Melatih kelincahan tubuh dilakukannya olah raga shuttle run dengan jarak 20 meter dengan minimal waktu 18, 1 detik.
- Melatih keseimbangan tubuh dilakukannya olah raga sikap kapal terbang dengan minimal waktu 30 detik.
3. Pada minggu ketiga
- Melatih kecepatan gerak tubuh dilakukannya olah raga lari jarak pendek sejauh 60 meter dengan minimal waktu 13, 3 detik.
- Melatih kelincahan gerak tubuh dilakukannya olah raga shuttle run dengan jarak 40 meter dengan minimal waktu 23, 1 detik.
- Melatih keseimbangan tubuh dilakukannya olah raga sikap kapal terbang dengan minimal waktu 30 detik.
4. Pada minggu keempat
- Melatih kecepatan gerak tubuh dilakukannya olah raga lari jarak pendek dengan jarak sejauh 100 meter dengan minimal waktu 19, 5 detik.
- Melatih kelincahan gerak tubuh dilakukannya olah raga shuttle run dengan jarak 80 meter dengan minimal waktu 28, 1 detik.
- Melatih keseimbangan tubuh dilakukannya olah raga sikap kapal terbang dengan minimal waktu 30 detik.
5. Catat setiap waktu latihan
yang didapat pada tabel dengan jarak yang berbeda-beda dalam 3 minggu tersebut.
3.3 Tabel Percobaan
|
Nomor |
Uraian komponen |
Minggu kedua |
Minggu ketiga |
Minggu keempat |
|
1 |
Kecepatan |
|
|
|
|
|
Lari 50 meter (minggu kedua) |
00.15.
39 detik |
|
|
|
|
Lari 60 meter (minggu ketiga) |
|
00.27.61
detik |
|
|
|
Lari 100 meter (minggu keempat) |
|
|
00.13.45
detik |
|
|
|
|
|
|
|
2 |
Kelincahan |
|
|
|
|
|
Shuttle run 20 meter (minggu kedua) |
00.17.05
detik |
|
|
|
|
Shuttle run 40 meter (minggu ketiga) |
|
00.29.53
detik |
|
|
|
Shuttle run 80 meter (minggu keempat) |
|
|
00.23.64
detik |
|
|
|
|
|
|
|
3 |
Keseimbangan |
|
|
|
|
|
Sikap kapal terbang tahap 1 |
01.06.69
menit |
|
|
|
|
Sikap kapal terbang tahap 2 |
|
01.08.95
menit |
|
|
|
Sikap kapal tebang tahap 3 |
|
|
01.16.40
menit |
Makna dari program
latihan kecepatan, kelincahan dan keseimbangan dalam 3 minggu dengan jarak yang
bertahap tersebut terlihat pada tabel bahwa disetiap minggunya mengalami sebuah
kenaikan kecepatan, kelincahan dan keseimbangan gerak tubuh jika dilakukan secara
terprogram atau rutin. Tidak semua juga meningkat, ada beberapa yang mengalami
penurunan dikarenakan lintasan lari kurang memadai dan banyak hambatan seperti
batu, kayu dan lain-lain. Oleh karena itu, lakukanlah olah raga dan
latihan-latihan lain secara terprogram atau rutin untuk lebih lagi meningkatkan
tingkat kemampuan tubuh dalam bertindak.
3.4 Tabel Norma Ketentuan Keseimbangan, Kecepatan dan Kelincahan
3.5 Foto Latihan Kebugaran Jasmani
Di bawah ini penulis
menampilkan foto–foto latihan kebugaran fisik.
3.5.1
Kecepatan (Lari jarak pendek)
Gambar 01. Foto lari jarak pendek
3.5.2
Kelincahan (Shuttle run)
Gambar 02. Foto
shuttle run
3.5.3
Keseimbangan (Sikap kapal terbang)
Gambar 03. Foto
sikap kapal terbang
3.6 Pembahasan
Kebugaran jasmani adalah kesanggupan tubuh untuk
melakukan aktivitas dan masih memiliki cadangan tenaga untuk melakukan kegiatan
yang lain (Ahmad, 2021). Perilaku tidak menjaga kebugaran tubuh memberikan
dampak yang berbeda-beda, yaitu dapat menyebabkan menurunnya kinerja koordinasi
gerakan otot pada tubuh dan keseimbangan kerja otot serta rangka, dikarenakan
mempengaruhi kinerja otak kecil (Cerebellum). Selain itu dapat mempengaruhi
kinerja pada pengatur tekanan darah, sehingga dapat mempengaruhi sistem sirkulasi
tubuh serta kinerja ginjal (Daya, 2019). Selain memberikan dampak yang
berbeda-beda pada tubuh, tidak menjaga pola kebugaran tubuh dapat memberikan
berbagai macam gangguan pada sistem koordinasi, salah satunya adalah gangguan
kinerja gerak pada tubuh. Salah satu penyakit terhadap sistem koordinasi akibat
tidak menjaga kebugaran tubuh yaitu artritis.
Artritis reumatoid adalah penyakit yang menyerang
sendi dan tulang atau jaringan penunjang sekitar sendi. Penyakit ini merupakan
penyakit autoimun yang banyak diderita oleh kaum lanjut usia (usia 50 tahun ke
atas) (Sibarani, 2020). Gejala awal yang khas pada penderita artritis reumatoid
pada tangan ialah pembengkakan sendi metakarpofalangeal yang simetrik. Proses
peradangan yang lama akan menyebabkan kelemahan dari jaringan lunak sehingga
penderitanya akan mengalami kesulitan dalam bergerak (Sibarani, 2020). Salah
satu penderita yang mengalami penyakit artritis reumatoid ini adalah pemain
profesional tenis yaitu Caroline Wozniacki (Indosport, 2021). Artritis
reumatoid atau radang sendi ini disebabkan karena kekebalan tubuh Caroline yang
menyerang jaringannya sendiri, dimana ia mengalami nyeri sendi, kelelahan
terus-menerus dan beberapa gejala (Orami, 2019). Ia menyebutkan efek dari
penyakit rheumatoid artritis yang dia
derita ialah tidak bisa mengangkat lengan, bahu, sikut, tangan dan semua
tubuhnya mengalami rasa sakit. Walaupun begitu, Caroline tetap melakukan
latihan-latihan dalam bermain tenis serta berolah raga yang ringan dengan
tingkat waktu yang bertahap-tahap meningkat.
Kasus dari penyakit yang dialami oleh Caroline
Wozniacki ini sangat berhubungan dengan mekanisme koordinasi pada gerak tubuh,
yaitu gerak sadar. Pengertian dari gerak sadar adalah gerakan yang disadari,
yang dimana mekanisme terjadinya hantaran impuls pada gerak biasa dimulai dari
reseptor sebagai penerima rangsang (Pelajaran, 2017). Impuls tersebut kemudian
dihantarkan menuju neuron sensorik untuk kemudian diolah otak. Respons dari
otak kemudian dihantarkan ke efektor oleh saraf motorik sehingga terjadilah
gerakan (Pelajaran, 2017). Sehingga bagi para penderita penyakit artritis akan
mengalami kesulitan bergerak secara sadar, dikarenakan pembengkakan pada sendi
serta tulang penderita.
Pada konverensi poin yang diperoleh, pada minggu
kedua bagian lari jarak pendek dengan jarak 50 meter memerlukan waktu 15, 39
detik, dimana poin yang didapat sangat kurang. Minggu ketiga yaitu lari jarak
pendek dengan jarak 60 meter memerlukan waktu 27, 61 detik, sehingga poin yang
di dapat kurang sekali. Lari jarak pendek di minggu keempat dengan jarak 100
meter memerlukan waktu 13, 45 detik, sehingga mendapatkan poin yang baik
sekali. Pada konverensi poin untuk shuttle run di minggu kedua dengan jarak 20
meter membutuhkan waktu 17, 5 detik, sehingga poin yang didapat baik. Shuttle
run diminggu ketiga dengan jarak 40 meter membutuhkan waktu sekitar 29, 53
detik, sehingga poin yang didapat kurang. Shuttle run diminggu keempat dengan
jarak 80 meter membutuhkan waktu 23, 64 detik, sehingga poin yang didapat yaitu
sempurna. Konverensi poin yang diperoleh pada minggu kedua bagian sikap kapal
terbang yaitu mendapatkan waktu 1, 6 menit, diminggu ketiga mendapatkan 1, 8
menit dan diminggu keempat mendapatkan 1, 16 menit.
BAB IV
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
Sistem koordinasi pada tubuh memiliki fungsi sebagai bagian
alat komunikasi antara tubuh dengan lingkungan di luar tubuh, yang dilakukan
oleh ujung saraf pada indra dan lingkungan dalam tubuh, pusat kesadaran,
kemauan dan pikiran untuk melaksanakan fungsi tersebut maka sistem saraf
tersusun oleh berbagai organ, jaringan dan juga komponen terkecil yaitu sel
saraf atau neuron (Putra, 2019). Sebagai salah satu
bagian terpenting untuk terjadinya proses kesadaran, kemauan, pikiran bahkan
gerak pada tubuh manusia, sistem koordinasi perlu diperhatikan lebih lagi
terhadap kesehatannya, sehingga kinerja dan proses alat penghubung antara tubuh
dengan lingkungan luar tubuh dapat berjalan dengan baik. Dalam menjaga kinerja
dan proses sistem koordinasi dibutuhkan nya latihan-latihan untuk menjaga pola
kebugaran tubuh. Pola kebugaran tubuh dapat dijaga dengan latihan-latihan tubuh
atau olah raga, salah satunya adalah latihan kecepatan, kelincahan dan
keseimbangan tubuh melalui latihan-latihan seperti lari jarak dekat, shuttle
run dan sikap kapal terbang. Latihan-latihan ini dilakukan secara bertahap dan
terprogram sehingga kesehatan pada sistem koordinasi lebih terjaga dengan baik
dalam waktu yang lama. Tidak hanya berolah raga, untuk menjaga pola kebugaran
tubuh diperlukannya mengkonsumsi makanan yang sehat seperti buah dan sayuran
serta istirahat yang cukup.
4.2 Saran
1. Dalam
melakukan program latihan kecepatan, kelincahan dan keseimbangan pastikan untuk
pemanasan terlebih dahulu untuk mengurangi terjadinya cidera.
2. Lakukan
program latihan secara rutin untuk melihat hasil disetiap minggunya.
3. Dimohon untuk
membaca dan memahami isi dengan baik.
DAFTAR PUSTAKA
Ahmad. (2021). Kebugaran jasmani. Diambil dari : https://www.yuksinau.id/kebugaran-jasmani-pengertian-unsur-manfaat/
Asri. (2019). Tinjauan
pustaka. Diambil dari : http://repository.poltekkes-denpasar.ac.id/2677/3/3.%20BAB%20II%20%28TINJAUAN%20PUSTAKA%29.pdf
Daya. (2019). Jangan
malas, ini yang terjadi saat tubuh kurang olahraga. Diambil dari : https://www.daya.id/kesehatan/tips-info/penyakit-tidak-menular/jangan-malas-ini-yang-terjadi-saat-tubuh-kurang-olahraga
Dokter Sehat. (2020). Apa itu shuttle run? ketahui manfaat, cara, aturan, dll. Diambil
dari : https://doktersehat.com/apa-itu-shuttle-run/amp/#aoh=16118548401504&referrer=https%3A%2F%2Fwww.google.com&_tf=Dari%20%251%24s
Graha Ilmu. (2020). Sistem koordinasi dan organ indera. Diambil dari : http://grahailmu.id/product/sistem-koordinasi-dan-organ-indera/
Indosport. (2021). Pengakuan caroline wozniacki, sakit sendi yang membuatnya harus pensiun
dari tenis. Diambil dari : https://www.indosport.com/raket/20210102/sakit-sendi-yang-membuat-caroline-wozniacki-harus-pensiun-dari-tenis
Orami. (2019). Gejala penyakit artritis yang perlu diwaspadai. Diambil dari : https://www.orami.co.id/magazine/gejala-penyakit-artritis/
Pelajaran. (2017). Pengertian, mekanisme dan urutan serta contoh gerak biasa dan gerak
refleks lengkap. Diambil dari : https://www.pelajaran.co.id/2017/27/pengertian-mekanisme-dan-urutan-serta-contoh-gerak-biasa-dan-gerak-refleks.html
Putra. (2019). Kajian teori. Diambil dari : http://repository.unpas.ac.id/40281/4/BAB%20II%20%28Renaldy%29%20ACC.pdf
Rosita. (2017). Kajian teori dan kerangka pemikiran. Diambil dari : http://repository.unpas.ac.id/31492/3/BAB%20II.pdf
Shopback. (2020). Ini 3 teknik lari jarak pendek yang penting dan perlu kamu pelajari.
Diambil dari : https://www.shopback.co.id/katashopback/teknik-lari-jarak-pendek
Sibarani. (2020). Analisis penyebab artritis reumatoid pada pekerja di tempat pelelangan
ikan desa paluh sibaji. Diambil dari : http://ejournal.helvetia.ac.id/index.php/jkg/article/download/4583/316
Sinta. (2020). Tinjauan pustaka. Diambil
dari : https://sinta.unud.ac.id/uploads/wisuda/1390361004-3-BAB%20II_q.pdf





